Al-Haya’, Sifat Malu

Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abu Zubair Hawaary -hafizhahullah- (silahkan antum kunjungi web beliau di http://abuzubair.net) dengan tema “al-Haya’ [Sifat Malu]“

Diselenggarakan: di Masjid Akramunnas UNRI
Tanggal: 13 Shafar 1431H/28 Januari 2009
Waktu/Tempat: Kamis malam ba’da Isya

Sumber : hidayahfm.com via alqiyamah.wordpress.com

al-Haya, Sifat Malu

Baca Tempatmu Sebelum Engkau Meledakkan

Merupakan kajian Bedah Buku Kecil yang berisikan tentang Hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was Salam tentang larangan menakut-nakuti kaum muslimin dan haramnya menumpahkan darah kaum muslimin secara sengaja.

Sebuah renungan bagi seluruh ummat bahwasanya Islam berlepas diri dari tuduhan bahwasanya ia adalah agama teror. Mudah-mudahan dapat disebarkan untuk seluruh kaum muslimin dan dapat diambil manfaat sebesar-besarnya. Kami ucapkan jazakallahu khairon untu bisa menyebarkan 2 file tersebut kepada siapa saja yang ingin mencari kebenaran dan teguh dalam manhaj para sahabat yang Allah Ridho kepada mereka dan Mereka Ridho kepada Allah.

Kajian diadakan pada pertengahan bulan Juli 2009. Pada Majelis Tafsir dan Hadits Adabul Mufrod di Masjid Fathimah Jl. Paus Ujung Pekanbaru. Kajian Setiap Ahad Pagi di asuh oleh Ust. Abuz Zubeir Al Hawaary, Lc (Pimpinan Radio Hidayah 103.4 FM Pekanbaru)

Sumber: arribaath.com via moslemsunnah.wordpress.com

Baca Tempatmu Sebelum Engkau Meledakkan 01

Baca Tempatmu Sebelum Engkau Meledakkan 02

Bahasan Tuntas Ruqyah Syariyyah

Dan kami turunkan dari al-Qur-an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman.? (QS. Al-Israa1: 82).

Menurut sebagian ahli tafsir, selain dapat menyembuhkan penyakit rohani dan hati, al-Qur-an dapat pula menyembuhkan penyakit jasmani dan fisik karena kata syifa? (penawar) di dalam ayat ini bersifat umum.

Pendapat ini benar setelah dibuktikan oleh para ahli ruqyah beserta pasien mereka yang kisah-kisah pengobatan mereka ditutur-kan dalam buku ini. Bahkan terbukti -dengan izin Allah- ruqyah dapat menyembuhkan penyakit-penyakit berat dan kronis yang tak dapat disembuhkan dengan pengobatan medis sekalipun.

Ibnul Qayyim pernah mengatakan: ?Barang siapa yang tidak dapat disembuhkan oleh al-Qur-an, semoga Allah tidak menyembuhkan-nya.? Namun demikian untuk sampai kepada pengobatan yang efektif dan hasil yang optimal, diperlukan syarat-syarat dan tata cara ruqyah yang benar.

Berikut ini antum bisa download materi kajian seputar ruqyah syar?iyyah.

Sumber : radio suaraquran.com via moslemsunnah.wordpress.com

Bahasan Tuntas Ruqyah Syariyyah 01

Bahasan Tuntas Ruqyah Syariyyah 02

Bahasan Tuntas Ruqyah Syariyyah 03

Bahasan Tuntas Ruqyah Syariyyah 04

Bahasan Tuntas Ruqyah Syariyyah 05

Biografi Imam Abu Hanifah

Sumber : Andi Ruswandi via http://www.facebook.com/pages/Cerita-Islam-Sahabat-Tabiin-dan-Tabiut-tabiin-dan-Ulama-Besar-Islam/151762279586

Biografi Imam Abu Hanifah

Catatan Harian Mukmin Sejati

Rekaman kajian bedah buku Catatan Harian Mukmin Sejati yang disampaikan oleh Al Ustadz Abu Zubair al Hawary hafizhahullah. Kajian ini diselenggarakan di kota Yogyakarta pada bulan Januari 2009.

Sumber : salafiyunpad.wordpress.com

Catatan Harian Mukmin Sejati

Di Ambang Pintu Pernikahan

Di ambang Pintu Pernikahan 1

Di ambang Pintu Pernikahan 2

Di ambang Pintu Pernikahan 3

Di ambang Pintu Pernikahan 4

Di ambang Pintu Pernikahan 5

Di ambang Pintu Pernikahan 6

Di ambang Pintu Pernikahan 7

Di ambang Pintu Pernikahan 8

Dimana Tempat Tinggalmu Nanti

Dimana Tempat Tinggalmu Nanti

Hakikat Kehidupan Dunia

Rekaman kajian yang disampaikan oleh al Ustadz al Fadhil Abu Zubair al Hawari, Lc. dengan tema Hakikat Kehidupan Dunia. Kajian ini diselenggarakan pada tanggal 10 Desember 2009 di Masjid Akramunnas UNRI.

Sumber : salafiyunpad.wordpress.com

Hakekat Kehidupan Dunia

Hari-Hari Terberat Rasulullah

Kajian Perdana Telaga Hati oleh Al Ustadz Abu Zubair Al Hawaary.

Sumber : abuzubair.net

Hari-Hari Terberat Rasulullah

Jadilah Seperti Mereka

Meneladani Para Sahabat

Judul : Jadilah Seperti Mereka
Pemateri: Ustadz Abu Zubair al-Hawary, Lc.
Sumber: anonymous
Durasi: 1:30:33
File: (total) 15.54 MB @ 16 kbps

Para sahabat radhiallahu anhum adalah manusia-manusia pilihan, yang Allah pilih diantara manusia untuk menemani Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam. Mereka adalah sebaik-baik manusia yang patut dijadikan suri tauladan setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana sabda beliau:

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya” (HR Bukhari Muslim)

Keutamaan para sahabat begitu besar, mereka memperoleh pahala yang terbesar karena telah menemani Rasulullah, berjihad bersama beliau, dan perbuatan mulia mereka dalam menyebarkan Islam. Mereka lah yang menyampaikan agama ini kepada generasi sesudahnya, hingga sampai kepada kita di zaman sekarang ini.
Kajian ini merupakan bagian pertama dari rangkain kajian ‘Jadilah Seperti Mereka”, yang merupakan penjabaran aqidah yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim terhadap para sahabat radhiallahu anhum. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ath-Thahawi:

“Kami mencintai para Sahabat Rasulullah. Akan tetapi kami tidak berlebih-lebihan dalam cinta kami kepada siapapun di antara mereka, tidak juga kami berlepas diri dari siapapun di antara mereka. Dan kami membenci siapa yang membenci mereka atau orang-orang yang berkata buruk tentang mereka. Dan kami tidak menyebutkan tentang mereka kecuali dengan kebaikan. Mencintai mereka adalah agama, iman dan ihsan, dan membenci mereka adalah kufur, nifaq, dan melampaui batas.”

Kajian ini berisi pelajaran berharga bagaimana seharusnya kita menunjukkan sikap kepada para sahabat, meneladani mereka, menjadikan mereka sebagai panutan, bagaimana semangat mereka dalam berlomba-lomba pada ketaatan dan melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Sumber : http://www.khayla.net

Jadilah Seperti Mereka 01

Jadilah Seperti Mereka 02

Jalan ini Berat

Pemateri: Ust. Abu Zubair Hawaary, Lc Hafidzohullah

Waktu/Tempat: Kamis malam ba’da Isya, tanggal 24 Desember 2009/Masjid Akramunnas UNRI

Sumber : hidayahfm.com

Jalan ini Berat

Kasih Ibu Sepanjang Zaman

Kajian yang sangat bagus, sayang untuk dilewatkan, bersama Ustadz Abu Zubeir al-Hawaary berjudul “Kasih Ibu Sepanjang Zaman”

Sumber : http://www.muhammadzaki.co.cc

Kasih Ibu Sepanjang Zaman

Khutbah ‘Idul Adha 1430 H

Rekaman Khutbah ‘Idul Adha 1430 H yang disampaikan oleh al Ustadz Abu Zubair al Hawariy, Lc. pada tanggal 10 Dzulhijjah 1430 H/ 10 Nopember 2009.

Sumber : salafiyunpad.wordpress.com

Khutbah ‘Idul Adha 1430 H

Kisah Cinta Paling Indah

Sumber : ibnujafar86.wordpress.com

01 Kisah Cinta Paling Indah

02 Kisah Cinta Paling Indah

Menangis Karena Takut Kepada Allah

Berikut adalah rekaman kajian yang di sampaikan oleh Ustadz Abu Zubair Al Hawaary,Lc. Di Pekan Baru, Riau.

Sumber : http://alqiyamah.wordpress.com

Menangis Karena Takut Kepada Allah 01

Menangis Karena Takut Kepada Allah 02

Menangis Karena Takut Kepada Allah 03

Menangis Karena Takut Kepada Allah 04

Mencintai Keimanan

Pemateri: Ust. Abu Zubair Hawaary,LC Hafidzohullah

Waktu/Tempat: Kamis Malam Ba’da Isya’, tanggal 29 Muharram 1431H (14 Januari 2010) di Masjid Akramunnas UNRI-Pekanbaru.

Sumber : hidayahfm.com

Mencintai Keimanan

Meneladani Salafush Sholih

Ini adalah rekaman Dauroh bertemakan ”Meneladani Salafush Sholeh” bersama Ustadz Abu Zubeir pada tanggal 16 Maret 2010 di Masjid Raya Tebing Tinggi Sumatera Utara pukul 9.00 s/d 12.00 wib.

Sumber: pustaka-albinjy.blogspot.com

Meneladani Salafush Sholih 01

Meneladani Salafush Sholih 02, Tanya Jawab

Nikmat Musibah

a.Nikmat Penderitaan

b.Nikmat Penderitaan

Nikmatnya Mencintai Allah

Nikmatnya Mencintai Allah Oleh Ustadz Abu Zubair Hawaary

Sumber : abuzubair.net

Nikmatnya Mencintai Allah

Panduan Lengkap Nikah

Rekaman Bedah Buku PANDUAN LENGKAP NIKAH (Pembahasan Tuntas Mengenai hukum-hukum Seputar Pernikahan Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah) yang disampaikan oleh Al Ustadz Al Fadhil Abu Zubair Al Hawariy, Lc. hafizhahullahu ta’ala di Masjid Raya Karanganyar.

Sumber : salafiyunpad.wordpress.com

Panduan Lengkap Nikah

Panggil Mereka Yahudi, Bukan Israel !

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini, kami hadirkan rekaman kajian bersama Al Ustadz Abu Zubair al Hawary, Lc. di Masjid Akramunnas UNRI – Pekanbaru (Kamis malam ba’da Isya, tanggal 10 Juni 2010). Kajian ini mengambil tema dari sebuah risalah yang ditulis oleh Syaikh Rabi’ al Madkholi hafizhahullah berjudul Surat Terbuka Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhaly حفظه الله “Kepada (Yahudi) umat yang dimurkai”

[http://salafiyunpad.wordpress.com]

Panggil Mereka Yahudi, Bukan Israel

Para peminang Bidadari

Para peminang Bidadari

Pemutus Kelezatan

Pemutus Kelezatan

Pernahkah terpikir oleh kita, dimana tempat tinggal kita esok hari? Cepat atau lambat saat itu akan datang pada setiap kita. Setiap kita akan meninggalkan rumah kita yang lapang dan terang benderang, ke liang lahat yang gelap gulita.

Setelah kematian seseorang tidak menempati rumah kecuali yang dahulu dia bangun sebelum dia mati. Jika dahulu dia hidup dia membagun rumah dengan baik dengan keimanan, amal shalih, berpegang teguh kepada agama Allah Tabaraka wa Ta’ala, maka baik pula lah rumahnya kelak setelah dia mati. Sebaliknya jika dia membangunnya dengan amal keburukan, maksiat, melalaikan agama Allah Tabaraka wa Ta’ala, maka penyesalan dan kerugianlah yang akan dia hadapi.

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (QS Luqman [31] : 33)

Kajian ini mengajak kita untuk membuka hati sebelum membuka mata dan telinga. Mengajak kita untuk melembutkan hati hingga mudah menerima kebenaran dan istiqamah di atasnya, dan bersiap-siap untuk menempati timpat tinggal kita kelak, cepat atau lambat, sesuatu yang pasti terjadi, kehidupan setelah mati!

Sumber : abuzubair.net via moslemsunnah.wordpress.com

Pemutus Kelezatan

Siapa Anda

1 2 3 4 5

Sumber : Radio Suara Quran Solo via ibnujafar86.wordpress.com

Siapa Anda

Sirah Abu Bakar Radiyallahu’anhu

Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abu Zubair Hawaary -hafizhahullah- (silahkan antum kunjungi web beliau di http://abuzubair.net). Diselenggarakan di Masjid FATHIMAH-Pekanbaru pada tanggal: 08 Shafar 1431H (23 Januari 2010), Waktu: Sabtu malam ba’da Maghrib dengan Tema “Sirah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu“

Sumber : hidayahfm.com via alqiyamah.wordpress.com

001 Sirah Abu Bakar Radiyallahu’anhu

002 Sirah Abu Bakar Radiyallahu’anhu


Surat Ibnul Qoyyim Rahimahullah

Kajian ini dikutip dari “Risalah Ibnul Qayyim dan disampaikan oleh Ustadz Abu Zubair Hawaary -hafizhahullah- (silahkan antum kunjungi web beliau di http://abuzubair.net).

“… Keutamaan (fadha’il) berteman dengan orang-orang Shalih, yang taat, bisa dijadikan contoh suri tauladan dan anjuran menjauhi teman-teman yang menyia-nyiakan waktunya dan jauh dari ketaatan kepada Allah.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga bersabda,

مثل الجليس الصالح والجليس السوء كمثل صاحب المسك وكير الحداد ، لايعدمك من صاحب المسك أن تشتريه أو تجد ريحه ، وكير الحداد يحرق بدنك أو ثوبك أو تجد منه ريحاً خبيثاً

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk itu laksana berteman dengan penjual minyak wanig dan pandai besi. Seorang penjual minyak wangi engkau bisa membeli darinya atau setidaknya mendapatkan aromanya. Sedangkan pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu atau engkau mendapatkan darinya bau yang tidak sedap”. (HR. Bukhari)

Siapa yang akan memandikan jenazahmu kelak, mengafanimu, mensholatkanmu, mengantarkan jenazahmu keliang lahat dan siapa yang mendoakanmu kelak? Mereka adalah teman-teman dan karib kerabatmu, orang-orang terdekatmu……”

Waktu/Tempat: Kamis malam ba’da Isya, tanggal 12 Rabi’ul Awwal 1431H (25 Februari 2010)/Masjid Akramunnas UNRI – Pekanbaru

Sumber : hidayahfm.com via alqiyamah.wordpress.com

Surat Ibnul Qoyyim Rahimahullah 01

Surat Ibnul Qoyyim Rahimahullah 02

Surat Ibnul Qoyyim Rahimahullah 03

Surat Ibnul Qoyyim Rahimahullah 04

Surat Ibnul Qoyyim Rahimahullah 05

Surat Ibnul Qoyyim Rahimahullah 06

Tanda-Tanda Kiamat

Sumber : ibnujafar86.wordpress.com

Tanda-Tanda Kiamat


Tanya Jawab

222_Adakah ada keringanan puasa bg wanita haid dan bolehkah sholat tahajjud berjamaah

225_Apakah derajat hadits yg membagi bulan ramadhan menjadi 3 bagian

226_Apakah nonton tv dan main kartu bisa membatalkan puasa

229_Bagaimana penentuan waktu berbuka puasa

234_Bolehkah mengkhususkan ziarah kubur pd saat ramadhan

237_Mengapa pd bulan ramadhan tetap ada maksiat meskipun setan dibelenggu

Tanya Jawab Eksklusif

Sumber : abuzubair.net via moslemsunnah.wordpress.com

Tanya Jawab Eksklusif 01 – Rumah Tangga

Tanya Jawab Eksklusif 02 – Siapa Anda

Tanya Jawab Eksklusif 03 – Tanya Jawab

Terputusnya Wahyu dari Langit

Bedah Buku: Terputusnya Wahyu dari Langit
Pemateri: Ustadz Abu Zubair al-Hawary, Lc.
Format audio: MP3; 26.9 MB at 24 kbps
Durasi: 2:29:24
Judul Asli: 1. Taisir Al-Wushul Ila Tafshil Wafatur Rasul, 2. Musibah Mautin Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam wa Atsaruha fil Hayatil Ummah
Penulis: 1. Syaikh Majdi Muhammad Asy-Syahawi; 2. Syaikh Husain bin Audah Al-Awayisyah.
Halaman: 146; soft cover
Cetakan: Pertama, 2008
Penerbit: Pustaka At-Tibyan

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:“Wahai sekalian manusia! Siapa saja dari manusia atau kaum mukminin yang tertimpa musibah maka hendaklah dia menghibur diri dengan musibahku dari musibah selainku. Sesungguhnya salah seorang dari umatku tidak akan ditimpa suatu musibah yang lebih berat dari musibahku.” (Shahih Sunan Ibnu Majah no. 1300 dari Aisyah radhiallahu anha).Musibah apa lagi yang lebih besar dari wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam? Musibah apa yang lebih besar bagi manusia dibanding dengan terputusnya wahyu dari langit yang merupakan pertanda mulai munculnya fitnah seperti penggalan-penggalan malam yang gelap, yang terakhir mengikuti yang pertama, yang terakhir lebih buruk daripada yang pertama? Musibah apa yang lebih besar dari musibah yang dengannya kemudian terbuka pintu-pintu fitnah yang membawa kepada keburukan hingga akhir zaman?

Merenungkan bagian akhir kisah kehidupan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam merupakan pelajaran yang sangat berharga. Sungguh beliau tidak kembali kepada Rabb-Nya melainkan telah meninggalkan dua perkara yang malamnya bagaikan siang, dan barangsiapa yang berpegang kepada keduanya tidak akan sesat selamanya, yakni Al-Qur’an dan Sunnahnya. Betapa sering di akhir-akhir hidupnya beliau mewasiatkan untuk berpegang teguh terhadap ajaran yang ditinggalkannya. Lalu dimana posisi kita? Dimana kita pada hari ini, yang mengaku sangat mencintai Nabi yang mulia – shallallahu alaihi wasallam – namun pada saat yang bersamaan meninggalkan sebagian ajarannya, mengabaikan sunnahnya, bahkan tidak jarang sebagian yang lain mencemoohnya? Apakah bukti cinta itu dengan bentuk perayaan-perayaan atas nama beliau, bait-bait syair, nyanyian yang menjadi pilihan, sementara sunnah beliau yang merupakan jalan menuju keselamatan untuk bertemu dengannya di telaga Haud ditinggalkan?

Kajian Terputusnya Wahyu dari Langit ini menitikberatkan kepada masa-masa terakhir kehidupan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dengan penyampaian yang lugas dan menggungah, al-ustadz memberikan pengayaan materi dari isi buku tersebut, kejadian-kejadian sebelum wafat beliau sebagaimana yang sebagian dinukilkan dari kitab aslinya. Penjabaran mengenai wasiat beliau serta hikmah yang seharusnya diambil dari musibah besar wafatnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Buku ini terbilang istimewa. Istimewa karena menyajikan sebuah pembahasan penting yang sarat makna dengan cara yang ringkas dan mudah dipahami. Pada bagian pertama buku ini membahas isyarat akan datangnya kematian Rasululullah, kejadian pada hari-hari menjelang wafat beliau, wasiat-wasiat beliau pada berbagai kesempatan di sela-sela masa sakitnya, serta reaksi para sahabat yang beraneka ragam atas kabar kematian beliau.

Pada bagian kedua, Syaikh Husain Al-Awayisyah lebih menekankan bagaimana seharusnya kita – umat sekarang ini – bersikap dan mengambil pelajaran dari musibah besar tersebut. Sungguh keliru jika ada yang mengatakan bahwa kematian beliau bukan sebuah musibah besar selama Al-Qur’an dan Sunnah berada di hadapan kita. “Bukankah Yahudi dan Nasrani membaca Taurat dan Injil, namun mereka tidak mengamalkan dari apa yang dikandungnya?”(Shahih Ibnu Majah no. 3272).

Sumber : maktabah raudhah al-muhibbin & moslemsunnah.wordpress.com via alqiyamah.wordpress.com

Terputusnya Wahyu dari Langit

Wanita, Ilmu dan Rumah Tangga

a.Wanita,Ilmu dan Rumah Tangga

b.Wanita,Ilmu dan Rumah Tangga

Wanita Pemegang Bara Api

Wanita Pemegang Bara Api

* Judul: Wanita Pemegang Bara Api
* Pemateri: Ustadz Abu Zubair al-Hawary, Lc.
* Sumber: N/A
* File: 18 MB @ 24 kbps mp3
* Durasi: 1:45:02

Di zaman sekarang ini, banyak wanita, kaum Muslimah, yang kehilangan suri tauladan. Betapa banyak diantara kita yang menjadikan orang-orang fasik sebagai contoh dalam kehidupan, atau paling tidak yang paling sering kita baca dan dengar kisahnya, menyebut mereka sebagai bintang. Padahal dari kisah-kisah Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, ada banyak tokoh wanita yang patut dijadikan suri tauladan. Merekalah bintang yang sesungguhnya.

Dimana posisi kita dibandingkan dengan Masyitha, wanita tukang sisir puteri Fir’aun, yang tetap teguh menyaksikan anak-anaknya satu persatu dimasak ke dalam minyak panas untuk membuat dirinya berpaling dari tauhid kepada Allah, hingga akhirnya dia dan bayinya beserta seluruh anaknya mati dalam siksaan Fir’aun itu? Pada saat ini, kita hanya sekedar mendengarkan cemoohan orang-orang bodoh dan benci terhadap ajaran Islam, yang mengatakan bahwa mengenakan Jilbab adalah tanda keterbelakangan, kita menjadi malu dan rela menaggalkan hijab dan membuka aurat, padahal kita juga menginginkan surga!

Dimana posisi kita dibandingkan dengan Asiah, sang Ratu isteri Fir’aun, yang rela meninggalkan kedudukannya sebagai wanita utama di dunia, di kerjaan seseorang yang paling berkuasa saat itu, dengan tabah menjalani siksaan yang begitu pedih untuk memeprtahankan aqidahnya, hanya berharap kepada Allah untuk menjadikannya pemilik rumah di Surga. Sedangkan kita pada saat ini, hanya sekedar menampakkan agama dan menjalankan sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam pun kita malu, dan bahkan mencemooh orang-orang yang teguh di atas sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam. Padahal kita juga mengharapkan Surga!

Sungguh, seseorang yang hendak menegakkan agamanya pada hari ini terasa sangat berat. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

”Akan datang suatu zaman kepada manusia di mana orang yang memegang agamanya ibarat orang yang menggenggam bara api.”(HR Tirmidzi 2140)

Kajian ini mengajak kita untuk mengenal dan meneladani mereka, wanita penggenggam bara api. Wanita-wanita yang teguh di atas agamanya, meski harus mengorbankan dirinya. Para wanita yang diabadikan dalam sejarah Islam akan ketinggian kedudukannya di sisi Allah, karena keteguhan mereka diatas akidah dan keimanan terhadap Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Sumber : http://www.khayla.net

Wanita Pemegang Bara Api

Wasiat Dihari-Hari Menjelang Wafatnya

Wasiat Dihari-Hari Menjelang Wafatnya Rosulullah 01

Wasiat Dihari-Hari Menjelang Wafatnya Rosulullah 02

Wasiat Sang Kekasih

Sumber : ibnujafar86.wordpress.com

Wasiat Sang Kekasih

Wawancara dengan Ummul Fadhal

WAWANCARA DENGAN UMMUL FADHAL حفظها الله
Pemateri: Ust. Abu Zubair Hawaary,LC حفظه الله

Terjemahan dari wawancara antara Beberapa Wanita Muslimah kepada “Ummul Fadhal” Yusra Abdurrahman Abidin, Istri ke-4 Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله

Waktu/Tempat: Kamis malam ba’da Isya, tanggal 27 Mei 2010/Masjid Akramunnas UNRI – Pekanbaru.

Sumber : hidayahfm.com via moslemsunnah.wordpress.com

Wawancara dengan Ummul Fadhal

Sumber : Kajian.net